Senin, 26 Desember 2011

BONCENGAN ANAK UNTUK SEPEDA MOTOR

Proyek saya di kelas perancangan 3 semester ini adalah boncengan anak untuk sepeda motor dengan range usia pengguna 5-9 tahun. Produk boncengan ini sudah ada dipasaran dan dari semua yang saya ketahui produk ini hanya mempunyai fungsi sebagai alat pembonceng yang nyaman dan mudah dipakai saja. Karena itu pada produk perancangan saya, saya akan menambahkan sebuah fitur lain yang akan menjadi sebuah nilai plus bagi produk perancangan saya.  
                Masalah sosial budaya yang mendasari adanya produk boncengan anak adalah:
·         Banyak anak kecil yang dibonceng menggunakan sepeda motor dengan berbagai macam alasan;
·         Adanya kekhawatiran anak jatuh dari sepeda motor karna tertidur atau karena kegiatan-kegiatan yang lainnya;
·         Anak yang hiperaktif bisa melakukan hal-hal yang berbahaya bila dibiarkan sendirian tanpa pengawasan (bila duduk dibelakang) dan bila duduk di depan bisa mengganggu pembonceng dalam berkendara, seperti membunyi-bunyikan klakson, menengok sekitar sampai mengganggu pengelihatan sang pembonceng dll;
·         Seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas yang akan menjadi dasar masalah sosial budaya untuk fitur tambahan yang akan saya pakai;

Metode yang digunakan:
·         Wawancara => narasumber semua orang yang pernah dan sering membonceng anak kecil menggunakan sepeda motor, 5 narasumber
Poin-poin kesimpulan yang didapat dari wawancara adalah
o   seringnya membonceng anak dengan jarak yang tidak terlalu jauh, yaitu 1-6 km, terkadang juga membonceng anak untuk jarak yang jauh, >6 km;
o   2 dari 5 responden tidak berani membonceng anak dibelakang karena susah dalam pengawasan si anak, tapi 3 yang lain melarang untuk membonceng anak di depan karena lebih berbahaya daripada bila si anak duduk di belakang pembonceng;
o   Kebanyakan anak tenang saat dibonceng tapi ada juga anak yang aktif yang selalu menggerakkan badannya untuk bermain-main;
o   Dari narasumber yang didapat belum ada satupun yang pernah memakai gear boncengan untuk anak;
o   Untuk masalah anak tidur solusi yang diberikan para narasumber berbeda-beda
   ada yang mengajak si anak berbicara sepanjang perjalanan agar tidak mengantuk
   ada yang berhenti untuk membelikan minuman untuk si anak biar melek lagi
   ada juga yang meminta si anak untuk duduk di depan dan badan si anak di kunci     menggunakan kaki 
  dan alternatif terakhir yang saya dapat dari wawancara si anak duduk dibelakang  dan di ikat menggunakan kain.


·         Referensi dari internet

o   Tips dari Departemen perhubungan dikutip dari DetikOto, Kamis 25-09-2009, bagaimana cara membonceng anak agar selamat dan nyaman selama membonceng di motor kita.

Pertama, tentunya anak dikasih peralatan safety memadai, seperti helm yang seukuran, masker, dan jaket yang cocok. Untuk tempat duduk, idealnya, anak harus dibonceng di belakang dengan kedua kaki harus berpijak pada footpeg dengan sempurna.

Kedua, tangan anak berpegangan pada pinggang atau perut pengendara.

Ketiga, bila kaki si anak terlalu pendek, sebelum berpijak pada footpeg, boleh-boleh saja anak didudukan di depan, bila motornya tipe bebek, agar kaki anak bisa menjejak.

Keempat, bila anak ditempatkan di depan, tangan anak berpegangan di stang bagian dalam, sehingga tidak mengganggu putaran gas, atau sistem kendali.”
sumber

o   Jenis-jenis dan bentuk dari produk boncengan yang ada sampai saat ini.


Solusi  yang bisa saya berikan kepada produk tersebut adalah:

·         Membuat boncengan untuk anak dengan bentuk seperti Child’s riding belt agar anak tetap menempel dengan si pembonceng dibuat seperti itu berguna untuk menenangkan pembonceng agar tidak terlalu khawatir dengan si anak dan pembonceng bisa lebih fokus dalam melajukan sepeda motornya;
·         Sebagai fitur tambahan untuk nilai plus pada produk ini dibandingkan produk lainnya adalah adanya tambahan pelindung yang dipasang di punggung karena punggung adalah bagian yang termasuk wajib untuk dilindungi karena memiliki banyak saraf-saraf yang memiliki peran yang hampir sama pentingnya dengan otak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar